Barang Publik

1.1  Barang Publik

Aktifitas pemerintah dapat mempunyai eksternalitas yang penting. Seluruh warga negara akan merasakan manfaat atas berbagai barang yang dibeli oleh pemerintah. Contohnya, salah satu fungsi utama dari seluruh pemerintah adalah penyediaan pertahannan umum. Seluruh masyarakat mendapatkan manfaat dari hal itu, apakah mereka membayar pajak atau tidak. Lebih umum lagi, pemerintah menetapkan sesuatu seperti undang-undang hak milik dan hukum kontrak yang menciptakan lingkungan hukum dimana transaksi ekonomi terjadi. Keuntungan yang timbul dari lingkungan ini sekali lagi dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Salah satu cara untuk merangkum observasi ini adalah dengan menyimpulkan bahwa pemerintah menyediakan banyak barang publik kepada masyarakat. Sekilas, pemerintah tidak jauh berbeda dengan organisasi lain seperti serikat pekerja, asosiasi profesional, atau bahkan perkumpulan seperti klub mahasiswa. Mereka memberikan manfaat dan menciptakan kewajiban bagi para anggotanya. Pemerintah berbeda, terutama karena mereka mendapat mencapai skala ekonomis dengan semua sifatnya yang inklusif dan karena pemerintah mempunyai kemampuan membiayai aktivitas mereka melalui pendapatan pajak.

Banyak ekonom (mulai dari P. Samuelson) telah mencoba untuk membuat definisi yang lebih spesifik dan teknis pada istilah barang publik. Tujuan definisi tersebut adalah untuk membedakan antara barang yang secara alami merupakan barang publik dengan barang yang cocok untuk pasar komersial. Definisi barang publik yang paling umum menekankan pada dua atribut yang kelihatannya menjadi karakteristik dari banyak barang yang diproduksi pemerintah : non eksklusif  dan non rivalitas.

Noneksklusivitas. Salah satu sifat yang membedakan barang publik dengan barang lain adalah apakah orang dapat dikecualikan dari manfaat barang tersebut atau tidak. Bagi kebanyakan barang pribadi, pengecualian tentu saja sangat dimungkinkan. Saya dapat dengan mudah dapat dikeluarkan dari konsumsi hamberger jika saya tidak membayar hamberger tersebut. Dalam beberapa kasus, pengecualian bisa sangat mahal atau tidak mungkin. Pertahanan nasional merupakan contoh standar. Sekali suatu angkatan bersenjata dibentuk, setiap orang di suatu negara tersebut diuntungkan, apakah dia membayar atau tidak. Hal serupa dapat diterapkan pada tingkat lokal seperti program pengendalian nyamuk atau program pencegahan melawan penyakit. Dalam kasus ini sekali program tersebut diimplementasikan, seluruh penduduk dari komunitas tersebut diuntungkan, dan tidak seorangpun dapat dikecualikan dai manfaat tersebut, tanpa memperhitungkan apakah mereka membayar atau tidak. Barang noneksklusif (noneksklusif good) ini dapat dilawan dengan barang konsumsi pribadi yang eksklusif (seperti mobil atau film) dimana pengecualian pengecualian merupakan suatu masalah sederhana. Mereka yang tidak membayar barang pribadi tersebut tidak menerima jasa yang dijanjikan oleh barang tersebut.

Nonrivalitas. Sifat kedua yang menjadi karakter dari barang-barang publik adalah nonrivalitas. Barang-barang nonrivalitas adalah barang dimana manfaatnya dapat diberikan bagi pengguna tambahan dengan biaya marjinal nol. Pada sebagian besar barang, tambahan jumlah konsumsi membutuhkan sejumlah biaya produksi marjinal. Misalkan konsumsi tambahan satu menjes, contohnya membutuhkan satu tambahan sumber daya untuk memproduksinya. Akan tetapi, untuk beberapa barang hal ini tidak terjadi. Misalkan satu tambahan mobil melintas di jalan raya selama periode tidak ramai. Karena jalan tersebut sudah ada, satu lagi kendaraan melintas tidak membutuhkan sumberdaya tambahan dan tidak mengurangi konsumsi pihak lainnya. Satu lai tambahan pemirsa pada satu saluran televisi tidak akan menambah biaya meskipun tindakan ini menyebabkan terjadinya tambahan konsumsi. Konsumsi oleh tambahan pengguna dari barang semacam itu adalah nonrivalitas/nonpersaingan sehingga tambahan konsumsi tersebut membutuhkan biaya marjinal sosial dari produksi sebesar nol; konsumsi tersebut tidak mengurangi kemampuan orang lain untuk mengkonsumsi.  

1.2  Macam-macam Barang

Ketika berpikir tentang macam-macam barang dalam perekonomian, kita dapat mengelompokkan mereka menurut dua ciri berikut:

·      Apakah barangnya bersifat ekskludabel (ekxcludable)? Dapatkah masyarakat diminta untuk tidak  memakai atau memanfaatkan barang ini?

·      Apakah barangnya bersifat persaingan (rival)? Apakah jika seseorang memakai barang ini, maka peluang orang lain untuk memakainya berkurang?

Berdasarkan kedua ciri tersebut membagi semua barang menjadi empat kategori sebagai berikut:

1.    Barang pribadi (private goods) adalah barang-barang yang ekskludabel dan rival. Bayangkan saja es cendol sebagai contoh. Es cendol jelas bersifat ekskludabel karena kita bisa mencegah orang lain dari mengkonsumsinya. Es cendol juga bersifat rival karena, jika hanya ada satu es cendol, dan ada seseorang yang mengkonsumsinya maka orang lain tidak bisa mengkonsumsinya. Sebagian besar barang yang ada di pasar adalah barang pribadi. Saat kita menganalisis penawaran dan permintaan kita mengasumsikan bahwa semua barang bersifat ekskludabel dan rival.

2.    Barang publik (public goods) adalah barang-barang yang tidak ekskludabel dan juga tidak rival. Artinya siapa saja tidak bisa mencegah untuk memanfaatkan barang ini, dan konsumsi seseorang atas barang ini tidak mengurangi peluang orang lain melakukan hal yang sama. Contoh barang publik adalah pertahanan suatu negara aman karena mampu melawan setiap serangan dari negara lain, maka siapa saja di negara itu tidak bisa dicegah untuk menikmati rasa aman, peluang bagi orang lain untuk turut menikmati keamanan sama sekali tidak berkurang.

3.    Sumber daya milik bersama (common resources)adalah barang-barang yang tidak ekskludabel, namun rival. Contohnya adalah ikan laut. Tidak ada seseorang yang melarang menangkap ikan laut, atau meminta bayaran kepada nelayan atas ikan-ikan yang mereka tangkap. Namun ada saat seseorang melakukannya, maka jumlah ikan di laut berkurang, sehingga kesempatan orang lain melakukan hal yang sama menjadi berkurang.

4.    Adapula barang ekskludabel yang, namun tidak memiliki rival. Barang seperti ini muncul dalam situasi monopoli ilmiah. Jasa pemadam kebakaran suatu kota kecil adalah contohnya. Sangatlah mudah mencegah seseorang menikmati jasa ini. Petugas kebakaran dapat membiarkan sebuah rumah terbakar begitu saja. Namun jasa perlindungan kebakaran ini tidaklah bersifat rival, karena kebakaran rumah tidak terjadi setiap saat, dan setiap rumah memperoleh perlindungan yang sama. Petugas pemadam kebakaran lebih sering menunggu daripada beraksi memadamkan kebakaran, sehingga melindungi sebuah rumah tambahan tidak akan mengurangi kualitas perlindungan mereka pada rumah-rumah lain.Dengan kata lain, begitu pemerintah kota membuat anggaran untuk jasa pemadam kebakaran, maka tambahan untuk melindungi tambahan satu rumah baru sangatlah kecil

Jika ada seseorang yang mengupayakan sendiri suatu barang publik misalkan tanda peringatan bahaya angin ribut, maka semua orang akan menikmati seluruh manfaatnya, namun mereka tidak perlu membayar untuk hal itu. Demikian pula, pada saat seseorang menikmati suatu sumberdaya milik bersama misalnya  ikan dilaut, maka kesejahteraan orang lain berkurang  karena peluang mereka menangkap ikan di laut menurun, tetapi tidak akan ada yang akan memberi kompensasi atas kerugian mereka. Akibat dari dampak-dampak eksternal inilah, keputusan-keputusan pribadi untuk konsumsi dan produksi dapat menjadi alokasi sumber-sumber daya yang tidak efisien. Intervensi dari pemerintah dapat membantu meningkatkan kesejahteraan semua pihak.

                                                                                Rival

                                                Ya                                                       Tidak

                                         

                                      Ya

Ekskludabel

                                  Tidak

Barang pribadi

·       Es cendol

·       Pakaian

·       Jalan tol yang macet

Monopoli alamiah

·    Pemadaman kebakaran

·    Tv kabel

·    Jalan tol yang kososng

Sumberdaya milik bersama

·       Ikan di laut

·       Lingkungan

·       Jalan biasa yang macet

 

Barang umum

·    Tanda bahaya ngin ribut

·    Pertahanan nasional

·    Jalan biasa yang kosong

 

1.3  Barang Publik Yang Penting

Banyak sekali contoh barang publik, namun disini kita hany mengulas tiga contoh barang publik yang paling penting.

Pertahanan Nasional. Kemampuan suatu negara menghalau setiap serangan dari luar merupakan contoh klasik. Jika suatu negara berhasil dipertahankan, tidak ada seorangpun yang bisa dicegah untuk menikmati manfaatnya. Terlebih lagi, ketika seseorang menikmati manfaatnya, manfaat yang dirasakanoleh orang lain tidak akan berkurang. Oleh sebab itu, pertahanan nasional tidak bersifat ekskludabel maupun rival.

Pertahanan nasional juga menjadi salah satu barang publik yang paling mahal. Pada tahun 2002, pemerintah federal AS secara keseluruhan membelanjakan $ 348 milyar untuk pertahanan nasional atau rata-rata sekitar $ 1.200 untuk setiap warga AS. Masyarakat senantiasa berpendapat bahwa biaya ini terlalu besar, atau malah terlalu kecil. Tetapi tidak ada yang membantah bahwa pemerintah memang perlu mengeluarkan sejumlah uang untuk kepentingan pertahanan nasional. Bahkan, para ekonom yang selalu mendukung pemerintah yang kecil juga setuju bahwa pertahanan nasional adalah barang publik yang harus disediakan pemerintah.

Penelitian ilimu pengetahuan. Pengetahuan adalah barang publik. Jika seorang matematikawan menemukan sebuah teorima baru, maka teorima tersebut akan masuk kedalam ilmu pengetahuan yang boleh dimanfaatkan siapa saja secara gratis. Karena pengetahuan adalah barang publik, maka perusahaan-perusahaan swasta yang mencari keuntungan cenderung untuk menumpang gratis pada pengetahuan yang ditemukan oleh pihak lain, dan hasilnya, perusahan-perusahaan ini mengalokasikan sumber-sumber daya yang terlalu sedikit untuk menciptakan pengetahuan baru.

Sebelum mengevaluasi kebijakan-kebijakan pemerintah yang cocok bagi penciptaan pengetahuan baru, kita harus membedakan antara pengetahuan umum dengan pengetahuan spesifik dan teknis. Pengetahuan teknis yang spesifik, misalnya batu baterei baru yang lebih tahan lama, dipatenkan. Dengan hak paten ini, penemuannya bisa menikmati sendiri sebagian besar manfaatnya sampai batas waktu tertentu.Sebaliknya, seorang matematikawan tidak dapat mematenkan teorimanya karena pengetahuan umum seperti itu dapat digunakan oleh siapa saja dengan gratis. Dengan kata lain, berkat adanya undang-undang hak paten, pengetahuan spesifik dan teknis sifatnya ekskludabel, sedangkan pengetahuan umum tidak bisa dijadikan ekskludabel.

Pemerintah diberbagai negara senantiasa berupaya menyediakan barang publik berupa pengetahuan umum dengan berbagai macam cara. Lembaga pemerintah, seperti National Institude of health dan National Science Foundation, memberi subsidi untuk mendanai riset dalam bidang ilmu pengobatan, matematika, fisika, kimia, biologi, dan bahkan ekonomi. Banyak orang yang mendukung program luar angkasa pemerintah dengan alasan program-program tersebut pada akhirnya akan menambah pengetahuan umum masyarakat. Bahkan barang pribadi, seperti jaket anti peluru dan minuman instan, yang ternyata menggunakan bahan baku yang awalnya dikembangkan oleh para ilmuwan dan insyiyur ketika mereka mengadakan riset untuk mendaratkan manusia di bulan. Menentukan sampai mana batas yang wajar dari dukungan pemerintah akan upaya-upaya ini tidaklah mudah karena manfaatnya sulit diukur. Terlebih lagi, anggota-anggota kongres yang berwenang mengesahkan program riset biasanya tidak terlalu ahli dibidangilmu pengetahuan sehingga tidak berada pada posisi yang tepat untuk menentukan jenis riset apa yang akan paling bermanfaat.

Pengentasan Kemiskinan. Banyak program pemerintah ditujukan untuk pengentasan kemiskinan. Sistem kesejahteraan bersama (secara resmi disebut temporary asisistance for needy families)memberikan sedikit uang kepada keluarga miskin. Begitu juga , program makanan murah ditujukan untuk mengurangi biaya pembelian makanan bagi keluarga miskin berbagai progran tempat tinggal dari pemerintah membuat harga tempat tinggal lebih terjangkau. Program-program anti kemiskinan ini dibiayai oleh pajak yang dipungut permerintah dari keluarga atau individu yang sukses secara finansial.

Para ekonom seringa kali bersilang pendapat mengenai peran pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Terdapat satu argumen penting yang harus kita ketahui: menurut pendukung program-program anti kemiskinan, kegiatan pengentasan kemiskinan adalah barang publik.

Bayangkan jika semua orang memilih untuk hidup dimasyarakat yang terbebas dari kemiskinan meskipun keinginan itu meluas dan kuat, pengentasan kemiskinan bukanlah suatu ‘barang’ yang bisa disediakan oleh pasar swasta. Tidak ada seorang pun yang sanggup melakukannya sendiri karena masalahnya begitu besar. Terlebih lagi, sumbangan pribadi mengalami kesulitan dalam menaggulangi masalah ini : mereka yang tidak menyumbang dapat memanfaatkan kebaekan orang lain begitu saja. Pada kasus ini, memungut pajak dari orang kaya untuk meningkatkan standar hidup orang miskin dapat menguntungkan semua pihak. Orang-orang miskin jelas dapat keuntungkan karena mereka dapat menikmati standar kehidupan lebih baik, sedangkan orang-orang kaya juga akan diuntungkan kareana mereka lebih senang tinggal di dalam masyarakat yang angka kemiskinannya kecil.

1.4  Sumberdaya Milik Bersama

Sumber daya milik bersama, sama halnya dengan barang publik, tidak ekskludabel: sumber-sumber daya ini tersedia secara gratis bagi siapa saja yang ingin memanfaatkannya. Namun, tidak seperti barang publik,sumber daya milik bersama berifat rival: pemanfaatannya oleh seorang akan mengurangi peluang orang lain melakukan hal serupa. Maka, sumber data milik bersama menimbulkan masalah baru. Setelah barang jenis ini disediakan, para pembuatan kebijakan perlu mempertimbangkan seberapa banyak barang jenis ini dimanfaatkan.

1.5  Sumberdaya Milik Bersama Yang Penting

Terdapat beberapa contoh dari beberapa sumberdaya milik bersama. Pemerintah sering membuat peraturan yang mengatur penggunaannya, atau memberlakukan biaya untuk mengatasi masalah untuk pemakaian yang berlebihan.

Air dan Udara Bersih. Seperti yang telah dibahas, pasar tidak mampu melindungi lingkungan hidup dengan baik. Polusi merupakan eksternalitas negatif yang dapat diatasi oleh pemerintah dengan regulasiatau pemberlakuan pajak atas kegiatan-kegiatan yang menghasilkan polusi. Kita dapat melihat bentuk kegagalan pasar ini sebagai sebuah masalah sumber daya milik bersama seperti halnya lahan pengembangan terbuka, dan polusi yang terlalu besar sama saja dengan pemakaian lahan umum yang berlebihan. Jatuhnya kualitas lingkungan adalah tragedi lahan bersama versi modern

Jalan yang padat. Jalan yang bisa merupakan barang publik atau sumber daya milik bersama. Jika jalan raya tidak padat, maka pemanfaatannya oleh seseorang tidak akan mempengaruhi orang lain. Pada kasus ini, jalan raya bukan barang rival, dan karenaya jalan raya dalam keadaan padat, jalan raya menjadi semakin padat, jalan raya menjadi semakin padat, dan orang-orang lain harus mengendarai kendaraan yang lebih lambat. Pada kasus ini, jalanraya adalah sumber daya milik bersama.

Salah satu cara pemerintah mengatasi maslah kemacetan lalu lintasadalah memberlakukan ongkos tol. Artinya, untuk masuk ke jalan itu, setiap pengendara mobil harus bayar. Pada dasarnya, ongkos tol ini sama seperti pajak atas eksternalitas dari kemacetan lalu lintas. Tetapi pada prakteknya, pengenaan ongkos tol bukan merupakan solusi yang praktis, karena biaya untuk menarik ongkos tol sendiri terlalu tinggi.

Biasanya kemacetan hanya terjadi pada jam-jam tertentusetiap hari. Jika suatu jembatan dipadati kendaraan bermotor hanya pada jam-jam sibuk, misalnya, maka eksternal negatif berupa kemacetan pada jam-jam itu lebih besar daripada jam-jam lain. Karena itu, cara efisien untuk mengatasi masalah eksternalitas adalah membuat harga karcis tol lebih tinggi pada jam-jam sibuk. Ongkos tol ini akan memberi insentif bagi para pengendara untuk mengubah jadwalnya, mengurangi kemacetan di jalan itu pada jam-jam sibuknya.

1.6  Barang Publik dan Kegagalan Pasar

Dalam bukunya Nicholson, Difinisi kita mengenai barang publik menjelaskan mengapa pasar swasta mungkintidak memproduksinya dala jumlah yang cukup. Untuk barang pribadi yang eksklusif, pembeli dari barang tersebut dapat menikmati seluruh dari barang itu, misalnya  Tomi memakan sepotong weci, potongan weci tersebut tidak memberikan manfaat dari Tomo. Sumberdaya yang digunakan untuk memproduksi potongan weci dapat disimpulkan hanya memberikan konstribusi bagi kesejahteraan Tomi saja, dan dia akan membayar berapapun nilainya.

Bagi barang publik, hal ini merupakan masalah. Dalam membeli barang publik, setiap orang tidak akan dapat menikmati seluruh manfaat yang ditawarkan oleh barang tersebut. Karena orang lain tidak dapat dikecualikanuntuk menikmati manfaat dari barang tersebut, dan karena orang lain dapat menggunakan barang itu tanpa biaya, manfaat potensial pada masyarakat dari barang publik dan melebihi manfaat yang diperoleh olrh pembeli tunggal. Namun demikian, pembeli tidak akan memperhitungkan manfaat potensial dari pembeli ini untuk orang lain ke dalam pengambilan keputusan pengeluaran. Konsekwensinya, pasar swasta akan cederung kurang dalam mengalokasikan barang publik

Penyajian secara grafis

Masalah yang timbul oleh sifat barang publik dapat ditunjukkan dengan analisis keseimbangan parsial yang membahas kurva permintaan berkaitan dengan barang tersebut. Dalam kasus barang pribadi, kita dapat memperoleh kurva permintaan pasar dengan menjumlahkan permintaan

 

Grafik 1 Turunan dari Permintaan untuk Barang Publik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

semua orang secara horisontal. Pada setiap harga, kuantitas yang diminta oleh setiap orang dijumlahkan untuk menghitung kuantitas total yang diminta di pasar. Kurva permintaan pasar menunjukkan evaluasi marjinal yang diberikan orang pada unit tambahan ourput. Bagi barang publik (di mana disediakan dalam kuantitas yang kurang lebih sama bagi setiap orang) kita harus menambah permintaan individu secara vertikal. untuk menemukan bagaimana masyarakat menilai beberapa tingkat produlai dari produksi barang pubiik, kita harus menanyakan bagaimana setiap orang menilai kuantitas output ini dan kemudian kita menambahkan semua hasil dari semua hasil dari penilaian rersebut.

Ide ini dicerminkan pada grafik 1 untuk situasi dengan dua orang. Kurva total permintaan bagi barang publik adalah penjumlahan vertikal dari kurva permintaan masing-masing individu. Setiap titik pada kurva mencerminkan bagaimana individu 1 dan individu 2 bersama-sama membayar barang publik untuk ringkat produksi rerrenru. Mernproduksi satu unit barang publik lebih banyak akan menghasilkan keuntungan bagi keduanya; sehingga untuk mengevaluasi keuntungan ini, kita harus menjumlahkan penilaian harga setiap orang aras barang ini. Hal ini ditunjukkan pada grafik 1 dengan menambahkan berapa yang bersedia dibayarkan oleh individu I dan berapa yang bersedia dibayarkan oleh individu

II. Pada pasar privat, di lain pihak, produksi satu tambahan unit hanya menguntungkan orang yang benar-benar mengkonsumsinya. Karena kurva permintaan setiap orang pada grafik berada di bawah permintaan total dari barang publik, tidak ada pembeli tunggal yang mau untuk membayar barang tersebut seharga keseIuruhan nilainya bagi masyarakat Sehingga, dalam banyak kasus pasar swasta dapat menilai rerlalu rendah (undervalue) manfaat dari barang pubiik karena mereka tidak memperhitungkan eksternalitas dari barang yang diciptakan. Akibatnya, sumberdaya kan dialokasikan lebih rendah daripada potensi manfaatnya bagi masyarakat.

            Solusi Sukarela Untuk Barang Publik. Dalam bukunya Nicholson menyimpulkan Karena barang publik tidak dapat diperdagangkan secara efisien di pasar kompetitif, sejumlah ekonom telah menguji bagaimana barang tersebut dapat disediakan oleh pemerintah dan dibiayai oleh pajak. sebuah pendekatan meneliti apakah alokrsi sumberdaya yang efisienu ntuk barang publik dapat terjadi secara suka rela yaitu, orang akan setuju untuk dipajaki untuk dipertukarkan dengan manfaat yang diberikan oleh barang publik. Mungkin yang pertama kali menyatakan tentang kemungkinan timbulnya suatu

 Grafik 2 Keseimbangan Lindahl bagi Permintaan Barang Publik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keseimbangan adalah seorang ekonom Swedia yaitu Erik Lindahl pada tahun 1919. Argumentasi Lindahl dapat diilustrasikan secara grafis, untuk masyarakat dengan hanya ada dua individu Pada Grafik 2 kurva SS menunjukkan permintaan Smith untuk jenis barang publik tertentu. Dibandingkan menggunakan harga dari barang publik pada sumbu vertikal, kita mengasumsika bahwa bagian biaya barang publik yang harus dibayar oleh Smith harus bervariasi dari 0 persen s/d 100 persen. Slop negatif SS menunjukkan bahwa pada harga pajak barang publik yang lebih tinggi,Smith akan meminta barang publiktersebut dalam jumlah yang lebih sedikit.

Permintaan Jones akan barang publik diturunkan dengan cara yang hampir sama. Sekarang, kita mencatat proporsi yang dibayar oleh Jonespada sumbu vertikal disebelah kanan pada grafik 2 dan membalik skala sehingga pergerakan ke arah atas sumbu akan menghasilkan harga pajak lebih rendah. Dengan konvensi ini, permintaan Jones untuk barang publik (JJ) mempunyai slope positif.

Keseimbangan Lindahl

                Kedua kurva permintaan pada Gambar 2 berpotongan di titik C, dengan

tingkat output 0E untuk barang publik. Pada tingkat output ini Smitt mau membayar, katakan 60 persen dari biaya barang sedangkan Jones membayar 40 persen. Sehingga titik C adalah titik ekuilibrium yang disarankan oleh argumen berikut ini.

Untuk tingkat output kurangdari 0E, kombinasi kedua orang tersebut masih bersedia membayar lebih daripada 100 persen dari biaya barang publik. Mereka akan memilih untuk menaikkan tingkat produksi (tetapi lihat peringatan atas kalimat ini pada sesi berikutnya). Untuk tingkat keseimbangan output lebih dari 0E, kedua orang tersebut tersebut tidak akan bersedia Lindahl membayar biaya total dari barang publik yang diproduksi dan dapat memilih keseimbangan antara permintaan masyarakat untuk mengurangi jumlah barang publik yang disediakan. Hanya pada tingkat untuk barang-barang output 0E terjadi keseimbangan Lindahl (Lindahl equilibrium) di mana publik dan bagian pajak secara tepat akan membayar tingkat produksi barang publik yang dilakukan oleh pemerintah.

Alokasi kewajiban pajak ini tidak hanya menghasilkan keseimbangan dalam permintaan individu akan barang publik, tetapi hal itu juga dimungkinkan untuk menunjukkan bahwa keseimbangan ini efisien. Pembagian pajak yang dikenalkan oleh solusi Lindahl bagi masalah barang publik memainkan peran “harga bayangan” yang meniru berfungsinya sistem harga pada pasar persaingan sempurna untuk mencapai efisiensi. Sayangnya, berdasarkan alasan-alasan yang akan kita bahas sekarang, solusi ini tidak begitu realistik.

9 Tanggapan to “Barang Publik”

  1. doel kamdi Says:

    Saya baru saj baca tulisan anda, dan alhamdulillah banyak menambah wawasan saya. Terima kasih atas informasinya. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi ekonom lainnya. Amin

  2. Ridwan Hamdani Says:

    terima kasih atas infonya..disini saya dapat menemukan jawaban dari soal UTS d kampus saya..

  3. Contoh barang publik adalah pertahanan suatu negara aman karena mampu melawan setiap serangan dari negara lain, maka siapa saja di negara itu tidak bisa dicegah untuk menikmati rasa aman, peluang bagi orang lain untuk turut menikmati keamanan sama sekali tidak berkurang.

    mau nnya,,,bukannya ini contoh layanan publik,,,,,?

  4. Terima kasih atas tulisan ini, saya lagi ada tugas kuliah, dan ini membantu sekali, karena dari semua sumber yang saya temui tidak selengkap ini, semuanya hampir sama isinya, tapi ini yang paling lengkap… terima kasih yaaaa~~ :)

  5. terimaksih kepada atas gagasan dapat membagi ilmu

  6. sumberdaya milik bersama kan non excludable, tapi kok contohnya air dan udara bersih?? padahal yg saya tau kalo air bersih alias air dari PDAM itu selalu mbayar tiap bulannya?! mohon penjelasannya, trmskh..

  7. terima kasih atas tulisan saudara,,,
    tp alangkah lebih baik jika ditambahkan dengan data yang menunjang tulisan saudara,,,
    tp sekali lagi terima kasih,, karena ini, tugas kuliah saya sedikit terbantu :)

  8. bagus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: